Semua orang pasti menghendaki sosok wakil yang baik atau lebih tepatnya disebut ideal. Tentu anda bertanya
seperti apa sosok wakil yang baik itu kepada saya. Manusia adalah makhluk sosial yang
menjadi pemimpin bagi dirinya sendiri dan menjadi berkat bagi orang lain.
Menjadi wakil rakyat berarti menjadi seseorang yang memiliki tanggung jawab lebih
dalam hidupnya.
7 Karakter Utama Wakil Rakyat yang Ideal
saya dapatkan dari berbagai sumber dan tentunya patut untuk ditiru bukan hanya mewakili orang lain tapi paling tidak untuk mampu membimbing diri sendiri dalam menjalani
hidup ini, karakter utama ini adalah sebuah deskripsi yang menjelaskan tentang
point-point yang harus dimiliki seorang Wakil Rakyat. Baik secara sempit maupun
luas, seorang wakil rakyat tentunya perlu mengetahui dan memiliki sifat dari 7
karakter utama wakil rakyat ideal.
Seorang wakil rakyat adalah individu
dengan jiwa yang terlatih dan mampu melatih individu-individu lain untuk
mewujudkan visi yang bersifat seragam. Seorang wakil rakyat diharuskan mampu
melibatkan diri dalam unsur keberagaman dari sifat semua anggota yang diwakilinya yang menjadi tanggung jawabnya sebagai wakil rakyat. Wakil Rakyat yang
ideal adalah seorang pemimpin yang mampu membawa misi semua pihak ke arah yang baik dan
tetap teguh merangkul semua anggotanya.
1. Pemimpin Ideal adalah Pemimpin yang
Cerdas
Kecerdasan adalah titik penentu
utama yang idealnya harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Kecerdasan merupakan
point utama yang menentukan seberapa baik langkah yang diambil oleh seorang
pemimpin jika dihadapkan oleh suatu masalah dalam komunitas yang beragam.
Pemimpin ideal adalah pemimpin yang cerdas dalam membawa diri yang didukung
dengan keunggulan berfikir dan peka terhadap hal-hal sekitar. Dalam menjalankan
tugasnya, seorang pemimpin yang ideal akan mampu berfikir luwes dan memiliki
ide-ide segar untuk keberlangsungan kepentingan semua warga yang dipimpinnya.
2. Pemimpin Ideal adalah Pemimpin yang
Berinisiatif
Tidak hanya cerdas, pemimpin yang
ideal adalah pemimpin yang berani berinisiatif jika dihadapkan dengan suatu
masalah. Inisiasi atau sebuah ide awal jelas dibutuhkan oleh seorang pemimpin
demi terciptanya solusi yang bersifat nyata dan menggerakkan semua unsur untuk
memecahkan sebuah permasalahan bukan kearah kebuntuan. Sebuah inisiasi yang
menyejukan dan menenangkan bukan profokatif. Pemimpin yang berinisiatif adalah
pemimpin yang mampu menggerakkan dirinya sendiri terlebih dahulu untuk memulai
segala sesuatunya tanpa adanya paksaan. Dengan sifat inisiatif yang ada dalam
diri pemimpin, kekuatan diri dari tiap anggota untuk menjalankan misi kelompok
pun akan terjamin dengan baik.
3. Pemimpin Ideal adalah Pemimpin yang
Bertanggung jawab
Bertanggung jawab berarti berani
untuk menanggung efek dari segala keputusan yang timbul akibat tindakan yang
telah dilaksanakan. Selain cerdas dan berinisatif, seorang pemimpin yang ideal
tentunya perlu memiliki sifat bertanggung jawab. Pengambilan keputusan terhadap
cara kerja dan pelaksanaan misi suatu kelompok tentunya diputuskan dengan tidak
tergesa-gesa. Pemimpin yang bertanggung jawab adalah pemimpin yang tetap teguh
dan mampu berfikir taktis untuk menerima segala resiko yang timbul dari
keputusan yang diambil.
4. Pemimpin Ideal adalah Pemimpin yang Dapat
Dipercaya
Karakter yang satu ini tentunya
timbul dari seberapa berhasilnya seorang pemimpin dalam menggerakkan anggotanya
dan bijak dalam mengambil keputusan. Pemimpin ideal adalah pemimpin yang tanpa
perlu berfikir ulang, anggotanya dengan kesungguhan hati mampu mempercayai
pemimpin tersebut untuk mengambil sebuah keputusan. Pemimpin yang dapat
dipercaya adalah pemimpin yang mampu mendamaikan hati semua anggota. Dengan
pemimpin yang dapat dipercaya, setiap anggota akan merasa lebih terpacu untuk
menyatukan hati dan menciptakan keseragaman kelompok demi terciptanya keutuhan.
5. Pemimpin Ideal adalah Pemimpin yang Jujur
Kejujuran dalam diri seseorang
tentunya menjadi point khas yang harus dimiliki oleh seorang manusia, terutama
oleh seorang pemimpin. Pemimpin yang jujur menjanjikan keterbukaan dan
keluwesan dalam memberikan segala informasi yang mencakup kepentingan orang
banyak. Kejujuran yang ada dalam diri seorang pemimpin akan menjadi ciri khas
tersendiri yang mampu diandalkan oleh seluruh anggota yang dipimpinnya.
Pemimpin ideal dengan tingkat kejujuran tinggi akan mendapatkan kepercayaan
yang tinggi dari seluruh anggota yang dipimpinnya.
6. Pemimpin Ideal adalah Pemimpin yang Rela
Berkorban
Rela berkorban berarti rela
menerjunkan diri dalam kepentingan anggotanya dibandingkan dengan kepentingan
pribadi. Pemimpin yang rela berkorban akan mampu memfokuskan diri untuk
mencapai visi anggota secara detail. Sifat rela berkorban ini pun tentunya
harus didasari dengan kecerdasan dan kebijakan dari seorang pemimpin. Pemimpin
ideal yang rela berkorban akan mampu mengambil keputusan secara tepat tanpa
merugikan banyak pihak.
7. Pemimpin Ideal adalah Pemimpin yang
Dicintai dan Mencintai Warganya
Cinta hadir dalam diri seorang
pemimpin yang ideal dan juga warga yang dipimpinnya. Segala bentuk tingkah laku
yang hadir dari seorang pemimpin yang ideal akan selalu diiringi dengan unsur
cinta yang akan meminimalisir bentuk kecurangan juga hal-hal buruk lainnya.
Warga yang dipimpinnya pun akan mampu mencintai pemimpin tersebut tanpa adanya
unsur paksaan yang berlebih. Pemimpin yang ideal jelas akan mampu menciptakan
tindakan dengan cinta yang terkoordinir rapih untuk kemajuan.
Setelah membaca banyak
artikel-artikel dari berbagai nara sumber yang ada, tentunya kita bisa
mengetahui 7 karakter utama pemimpin ideal dari seorang pemimpin. Seorang
pemimpin bukanlah manusia sempurna namun seorang pemimpin yang ideal dituntut
untuk mengusahakan kesempurnaan untuk kemajuan visi warganya. Ijinkan saya
bersama-sama untuk menjadi pemimpin ideal.
Tidaklah mudah menjadi seorang pemimipin, karena para pmimpin harus
memiliki sejumlah kualitas tertentu. Kalau seorang pemimpin salah dalam
bertindak, maka bawahan bisa saja langsung menganggap buruk. Berikut ini adalah
Ciri-Ciri Pemimpin Yang Tidak Ideal :
Hanya Memerintah
Menjadi Pemimpin bukan berarti
bisa seenaknya saja memerintah atau merubah tatanan yang sudah ada dari
pendahulu-pendahulu kita karena alasan yang tidak jelas. Sebaliknya, hal yang
harus dilakukan seorang pemimpin yang benar yaitu harus bisa menciptakan
komunikasi yang baik dengan tim atau orang yang dipimpinnya demi mencapai visi
dan misi yang telah ditentukan. Komunikasi di sini artinya komunikasi dua arah,
sehingga bawahan bisa menyampaikan pendapat dan bukan sekadar menerima
perintah.
Jarang Diskusi dan Tatap Muka
Pemimpin yang buruk biasanya
jarang berdiskusi dengan bawahannya atau warganya tapi dia lebih banyak
menuntut timnya atau warganya untuk solid atas kemauannya. Padahal, solid
tidaknya sebuah tim kerja juga dinilai dari adanya komunikasi yang baik antara
atasan dengan bawahan atau pemerintah dan warganya. Dengan berdiskusi, pemimpin
pun bisa tahu jika ada masalah di antara orang yang dipimpinnya.
Tidak Memberikan Kepercayaan
Seorang pemimpin yang baik bisa
memberikan kepercayaan pada timnya untuk bekerja. Hal ini juga berguna untuk
meningkatkan rasa percaya diri timnya. Sebaliknya, pemimpin yang buruk tidak
mampu memberikan kepercayaan itu. Akibatnya akan muncul rasa tak percaya di
antara atasan dan bawahannya.
Tidak Memberikan Pujian
Saya memberikan sebuah ilustrasi
bahwasannya tak sedikit atasan di kantor, perusahaan/lembaga yang merasa enggan
untuk memuji bawahannya. Padahal, hal tersebut sekali-kali perlu dilakukan demi
memberikan penghargaan pada bawahannya. Ini yang membuat mereka bisa
termotivasi untuk menjadi tim yang lebih baik dan maju.
Konflik
Apabila bawahan kita ditegur oleh
atasan dari divisi lainnya, jangan hanya diam saja dan membiarkan bawahan Anda
menghadapinya sendirian. Pemimpin yang baik akan berusaha untuk memberi
dukungan pada timnya, bukan malah ikut menyalah-nyalahkannya juga. Jika
terbukti bersalah baru patut disalahkan. Bukan berarti seorang pemimpin
melindungi bawahannya yang salah atau kurang baik atau terlalu mudah
menyalahkan seorang bawahan.
Tidak Terbuka
Hubungan baik dengan siapa saja
yang berbeda perlu dibina baik dalam perusahaan/lembaga antar sesama dalam satu
Negara bahkan dengan Negara lainnya. Jika Anda merupakan pemimpin yang kerap
tertutup dan tidak membeberkan kehebatan atau kekurangan kerja dalam tim Anda,
itu menandakan bahwa Anda bukan termasuk pemimpin yang baik. Yang utama dalam
keterbukaan adalah kepada warga yang dipimpin.
Tidak Bertanggung Jawab
Jika seorang pemimpin selalu
menyerahkan tugas pada bawahannya saja, padahal seharusnya pekerjaan tersebut
dikerjakan oleh pemimpin itu sendiri, itu membuktikan bahwa pemimpin tersebut
bukanlah pemimpin yang baik. Pemimpin yang benar akan bertanggung jawab dengan
pekerjaannya, bukan malah menyuruh bawahan untuk menyelesaikannya.
Pemimpin yang Tidak Memiliki
Visi, Tidak Akan Bisa Menggerakkan Tim.
Pemimpin tanpa visi akan gagal.
Pemimpin yang tidak memiliki visi tidak bisa menginspirasi warganya, memotivasi
kinerja, atau menciptakan nilai yang berkelanjutan. Miskin visi, visi yang
berubah-ubah, atau tidak ada visi akan menyebabkan para pemimpin gagal. Tugas
pemimpin adalah untuk menyelaraskan semua pihak sesuai dengan visi yang jelas
dan dapat dicapai. Ini tidak bisa terjadi ketika orang buta menuntun orang
buta, yang artinya pemimpin yang tidak mempunyai visi menuntun anggota atau
warga yang dipimpinnya yang juga tidak memiliki tujuan dan arah.
Ketika Pemimpin Gagal Memimpin
Dirinya Sendiri
Seorang pemimpin meski memiliki
karakter atau integritas yang tinggi namun belum tentu akan bertahan dalam
ujian waktu. Tidak peduli seberapa cerdas, ramah, dan persuasive seseorang,
jika mereka rentan terhadap perilaku yang tidak etis berdasarkan kebutuhan saat
ini atau masa depan, mereka akhirnya akan menjadi mangsa kehancuran mereka
sendiri. Etika dan pembawaan diri merupakan formula untuk sukses.
Terlalu Mengandalkan Pengalaman
Masa Lalu atau Meninggalkan Masa lalu
Sydney Finkelstein, profesor di
Dartmouth Tuck School mengatakan dalam Wall Street Journal 2009, “Pemimpin
cenderung mengandalkan pengalaman masa lalu yang tampaknya berguna atau
menggunakan sesuatu yang baru tanpa mengambil pelajaran dari masa lalu, tetapi
sebenarnya berbahaya. … karena semuanya tidak benar-benar cocok dengan situasi
saat ini dan itu tidak akan menjadi bermanfaat.” Pemimpin harus memperhatikan
kondisi kerja, rekan kerja, sumber daya, dan bagaimana menciptakan momentum di
lingkungan yang baru.
Terlibat Permasalahan Politik
Motivasi politik membuat orang
sulit membuat keputusan secara obyektif dan fokus pada mengelola tanggung
jawab. Pemimpin yang terperangkap dalam
politik kehilangan identitas mereka dan terjebak dalam agenda dan motivasi
lain.
Tak Punya Tujuan Kerja
Bila seorang pemimpin tidak tahu
apa yang perjuangkan, maka akan sulit membuat keputusan yang baik. Kejelasan
tujuan memungkinkan seorang pemimpin membuat keputusan yang benar dan konsisten
sesuai dengan misi. Ketika tujuan “terganggu”, seorang pemimpin akan kehilangan
hubungan dengan naluri dan mulai membuat keputusan tanpa dependensi yang tepat.
Menyalahgunakan Sumber Daya
Memimpin bukan hanya tentang
memotivasi orang dan memberikan inspirasi, tapi juga mengharuskan seorang
pemimpin untuk mengetahui alat, aparatur dan sumber daya yang tersedia dan atau
yang harus diperoleh untuk berjuang memperjuangkan misi. Pemimpin yang membuat
keputusan baik terus meningkatkan pedoman sumber daya. Mereka memperkuat
kemampuan untuk mendapatkan akses ke informasi yang benar, statistik, tren, dan
hal lainnya yang tersedia dari luar dan dalam daerah. Pemimpin yang baik tahu
kapan harus melibatkan semua sumber daya itu dalam rangka membuat keputusan
yang tepat yang berdampak positif bagi semua atau bagi masa yang akan datang.
Tidak Melihat Peluang
Pemimpin menjadi tidak baik
apabila tidak mengerti dengan visi yang disebut Wide-angle, melihat peluang
dari segala arah. Visi ini membuat pemimpin ahli dalam mengantisipasi krisis
dan mengelola perubahan jika keadaan memburuk. Ini juga dapat memperluas pengamatan
dan memungkinkan para pemimpin melihat sekitar, di dalam dan luar daerah,
sehingga keputusan-keputusan yang dibuat pun tepat.
Tidak Percaya Diri
Pemimpin yang tidak percaya diri
sering menjadi putus asa dan membuat keputusan tiba-tiba. Mereka tidak
memikirkan konsekuensi saat membuat keputusan.
Para pembaca warga NTT yang
budiman. Terima kasih banyak atas attensi yang diberikan dengan membaca
selebaran ini. Saya bukanlah seorang yang sempurna namun akan menjadi sempurna
apabila mendapat dukungan dan doa restu dari segenap pihak. Sebagai putra
daerah saya memiliki tanggung jawab yang besar terhadap kemajuan daerah kita
tercinta. Mari kita meletakkan tanggung jawab ini bersama di pundak kita
sebagai putra daerah. Saya mohon maaf jika ada kesalahan yang telah saya buat
dalam goresan pena ini.
Referensi : Dari berbagai sumber
No comments:
Post a Comment